Subscribe:

Ads 468x60px

Kamis, 03 November 2011

Sampah Di Kalbar

Tumpukan sampah di KALBAR sudah sangat tidak terkendali , hampir setiap hari setiap Rumah tangga memproduksi sampah baik itu organik maupun nonorganik salah satu faktor yang mengakibatkan tumpukan sampah yang berserakan dan tak terkendali tersebut adalah, kurang nya kesadaran dan pengetahuan akan efek yang akan di timbulkan dari tumpukan sampah tersebut.
Berikut beberapa dampak yang dapat di timbulkan dari penumpukan sampah adalah :
1.       Dapat menimbulkan sumber pertumbuhan bibit penyakit bagi lingkungan sekitar.
2.       Jika sampah dibuang ke sungai akan dapat menimbulkan banjir .
3.       Lingkungan sekitar menjadi terlihat kumuh dan tingkat perekonomian di tempat tersebutpun akan menjadi rendah.

Kebakaran Di Hutan Kubu Raya

Sebagian besar di daerah KALBAR terutama Kubu Raya sangat sering  sekalai dengan yang namanya kebakaran hutan atau pembakaran lahan salah satu faktor pembakaran lahan tersebut adalah pembakaran hutan untuk di jadikan suatu perkebunan seperti kelapa sawit yang sekarang dapat dipandang sebagai ancaman .
Berikut beberapa dampak yang dapat di timbulkan dari kebakaran hutan  :
1.       Menimbulkan kabut asap tebal yang dapat menghalangi pandangan sehingga dapat menghambat aktifitas dan.
2.       Menimbulkan penyebaran hama yang semakin meluas
3.       Dapat menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan pernapasan di karnakan asap .
4.       Hutan hijau yang kita miliki semakin lama semakin berkurang

DAHSYAT, KERUSAKAN DI KALBAR

Penyebab : tidak tertanganinya secara serius kegiatan penebangan liar yang terus berlangsung di daerah ini. Setiap tahun, sebesar 864.000 meter kubik atau 80 persen dari lebih satu juta meter kubik kayu hasil tebangan liar di Kalbar dipasarkan ke Sarawak (Malaysia).

Dari volume kayu itu, dapat dihitung setiap tahun kerusakan hutan alam Kalbar mencapai 28.800 hektar. Jika ini tidak ada upaya menanggulanginya, maka dalam 10 tahun mendatang aktivitas tebangan liar dan sawmill tanpa izin bakal terus meningkat. Diperkirakan, pada tahun 2037, hutan Kalbar akan mengalami kepunahan.

BERITA 23 JANUARI 2003, TELAH LEBIH DARI SEPEKAN SEBAGIAN WILAYAH KALBAR DILANDA BANJIR. AKIBATNYA RIBUAN WARGA KEHILANGAN MATA PENCAHARIAN, RUMAH SERTA BANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN RIBUAN TANAMAN PADI TERENDAM. PENYEBABNYA ADALAH KERUSAKAN HUTAN YANG PARAH DI KALBAR.

Rabu, 02 November 2011

PERLU SOLUSI ATASI KERUSAKAN LINGKUNGAN

Pemerintah diingatkan segera mencari solusi mengatasi kerusakan hutan yang kini makin mengkhawatirkan. Tindakan itu diharapkan bisa memperbaiki kawasan hutan yang rusak parah.

Menurut Kami, hutan telah diperuntukkan kepentingan komersial bisnis perkebunan sawit dan produksi kayu. Akibatnya, kawasan yang dulunya hutan kini menghilang.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya aktivitas pencurian kayu atau illegal logging yang marak beberapa tahun lalu. Bahkan kegiatan ilegal tersebut telah menembus hingga kawasan konservasi.

Pemerintah diharapkan segera mengambil tindakan menanggulangi permasalahan kehutanan yang ada sekarang. Meski harus kita akui, di lain sisi, tanpa adanya aktivitas ekonomi alternatif bagi masyarakat yang terlibat dalam illegal logging, tawaran yang diberikan oleh para cukong adalah sesuatu yang sulit untuk ditolak.

LINGKUNGAN

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.

Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.


Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.

KERUSAKAN LINGKUNGAN


Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup.
Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Letusan gunung berapi
Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.
Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa:
1) Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.
2) Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.
3) Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.
4) Gas yang mengandung racun.
5) Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.

b. Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.
Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:
1) Berbagai bangunan roboh.
2) Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.
3) Tanah longsor akibat guncangan.
4) Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.
5) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).
c. Angin topan
Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.
Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin Topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.
Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:
1) Merobohkan bangunan.
2) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.
3) Membahayakan penerbangan.
4) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia
Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.
Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.
b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

About Us